Berbekal ijazah sarjana kau berjalan melenggang menapaki trotoar di depan gedung-gedung menjulang angkuh,,, lalu dia menatap dari atas sambil membusungkan dada seolah igin berkata "akulah raja diraja"... andai dia ada dijaman kerajaan Majapahit, dia akan menghunus pedang lalu mengarahkannya pada PENGUASA kehidupan...
Kau masi terus melangkah ketika sudah puluhan kantor menolakmu untuk mengabdi dengan mengharap sesuap nasi... kemeja bercorak hitam putih yang kau kenakan sudah berubah warna krna basah oleh peluhmu...
Aku ingin bertanya padamu, sudah berapa kali kau mendengar kata "maaf tidak ada lowongan kerja", tapi aku enggan mengucapkannya, aku takut akan membuat semangatmu rapuh,,, lalu kudengar kau berucap, "aku ingin ibu istrahat dengan tenang di masa tuanya nanti", seolah ada gunung yang membebani pundakmu ketika itu, saat kau meneteskan air matamu dipangkuan wanita paruh baya yang kau panggil dengan sebutan IBU...
Aaaaarrgghhhhh...
Dia tidak meminta lebih, dia tidak mengharap rumah mewah ataupun mobil HUMMER,,, dia hanya ingin ibunya bisa menikmati opor ayam disaat lebaran, dia hanya ingin melihat ibunya tersenyum bahagia saat mengenakan kerudung baru darinya
Sementara mereka masih terus tertawa terbahak, teriak "akulah pemilik hidup". mereka yg merampas syair-syair hidup milik bocah berselimut debu yg tertidur di simpang kehidupan, merobohkan angan pemuda yg selalu mengembara mencari asa...
Jangan, jangan kau rebah di pangkuan ibu pertiwi saat ibumu masih lusuh bermandi peluh hanya untuk memeluk cintanya padamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar