jika hati brkehandak 1001 jalan akan anda temukan jika hati tidak berkehandak 1001 alasan akan anda kemukakan
welcome my home
aku adalah aku yang takkan pernah menjadi orang lain
Kamis, 28 Oktober 2010
Du
In Deinen Augen steht so vieles, was mir sagt:
Du fühlst genauso wie ich.
Du bist das Mädchen, das zu mir gehört,
ich lebe nur noch für Dich.
(Refrain:)
Du bist alles, was ich habe auf der Welt,
Du bist alles, was ich bin.
Du, Du allein kannst mich verstehn,
Du, du darfst nie mehr von mir geh'n.
Seit wir uns kennen ist mein Leben rundum schön,
und es ist schön nur durch Dich.
Was auch gescheh'n mag, ich bleibe bei Dir,
ich laß' Dich niemals im Stich.
Refrain
(gesprochen:)
Du, ich will Dir etwas sagen, was ich noch zu keinem
ander'n Mädchen gesagt habe:
Ich hab' Dich lieb, ja ich hab' Dich lieb.
Und ich will Dich immer lieb haben, immer, immer nur Dich.
Wo ich auch bin, was ich auch tu'
Ich hab' ein Ziel, und dieses Ziel bist Du, bist Du bist
Duuu...
Ich kann nicht sagen, was Du für mich bist,
sag, daß ich Dich nie verlier'.
Ohne Dich leben, das kann ich nicht mehr,
nichts kann mich trennen von Dir.
Refrain:
Du, du allein kannst mich versteh'n,
Du, Du darfst nie mehr von mir geh'n
punya orang
Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Bapaknya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa. Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya. Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.
Mengikuti kisahnya di televisi, membuat saya ingin menuliskan cerita ini untuk melihat semangatnya yang luar biasa. Bagi saya Zhang Da sangat istimewa dan luar biasa karena ia termasuk 10 orang yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar manusia. Atau lebih tepatnya ia adalah yang terbaik di antara 140 juta manusia. Tetapi jika kita melihat apa yang dilakukannya dimulai ketika ia berumur 10 tahun dan terus dia lakukan sampai sekarang (ia berumur 15 tahun), dan satu-satunya anak diantara 10 orang yang luar biasa tersebut maka saya bisa katakan bahwa Zhang Da dan apa yang dilakukannya, maka saya mau katakan bahwa ia luar biasa di antara 1,4 milyar penduduk China.
Pada waktu tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Ibunya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Bapak yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Bapaknya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah. Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan Bapaknya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.
Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk Bapaknya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.
ZhangDa Merawat Bapaknya yang Sakit.
Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat Bapaknya. Ia menggendong Bapaknya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan Bapaknya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan Bapaknya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.
Zhang Da menyuntik sendiri Bapaknya.
Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi/suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik Bapaknya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik Bapaknya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.
Aku Mau Ibu Kembali
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, "Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!" Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu" Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, "Aku Mau Ibu Kembali. Ibu kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Bapak, aku bisa cari makan sendiri, Ibu Kembalilah!" demikian Zhang dan bicara dengan suara yang keras dan penuh harap. Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan Bapaknya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku Mau Ibu Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat Ibunya pergi meninggalkan dia dan Bapaknya.
betapa berharganya seorang ibu dan ayah dalam kehidupan kita..
salam,
Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Bapaknya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau... (baca selengkapnya)
entahlah
Teh kotak, jam tangan hitam merek expedition, rokok sampoerna dua batang dan segelas kopi pahit berjejer di samping menemaniku nonton film yang judulnya aku lupa, wakti itu jam 19:13 malam, dengan seksama kuperhatikan dialog yang ada di dalam film itu. film yang di bintangi oleh aktor kawakan Mell Gibson itu memang menarik perhatianku, kata demi kata coba ku urai dan kurekam didalam ingatanku.kata-kata yang apik membuatku ingin menuliskan potongan-potongan kaliamt yang mereka ucapkan didalam dialog film itu.
lalu kemudian kuambil HPku yang sedang conek dengan WIFI dan membuka aplikasi Face Book, kutulis kalimat "Sugguh aku ingin mengurai semuanya satu persatu, krna ini sedikit lebih rumit, berbeda dari yg kubayangkan, dia terus bersemnbunyi d balik kebaikanmu" dan kata "Cinta memelukku dengan rupa yg begitu menyeramkan, entah kenapa aku begitu damai didalam dekapannya sementara kuku2nya menancap d sekujur tubuhku,,, kau membiarkannya mengukir hatiku dengan pahat2 kebencian,,, apa kau suka smua ini ?, kalau tidak lalu mengapa kau terus tertawa melihat smua ini ?, akankah dia terus bersembunyi d balik keluguanmu ?"aku terus menyimak deretan adegan yang dimainkan di dalam film yang aku lupakan judulnya itu. suasana hening dan tegang silih berganti mengisi alur dan sequence dalam fil itu ketika tiba-tiba alunan suara suling sunda membuyarkan konsentrasiku pada film itu, suara yang itu merupakan nada pesan singkat di HPku, aku lalu membuka pesan yang berisi "makin aneh saja dirimu !!!". pesan itu dari wanita yg sering kupanggil "sayang".
pesan itu benar-benar membuatku melupakan semua cerita yang telah kusimak di dalam film itu. ya aku tahu dia sedang marah, dia sedang memikirkan sesuatu yang salah dengan diriku. bingngung, takut, dan entah rasa apalagi yg berkecamuk di dalam benakku, sulit kugambarkan.
aaaaarrrrgggghhh, aku ingin teriak sekeras-kerasnya, aku ingin membakar semua yang ada di hadapanku, pesan itu membuatku begitu risau,,, berkali-kali kucoba membalas pesan itu untuk mendapatkan penjelasan atas apa yang sedang dia pikirkan tentangku, aku di hakimi tanpa tahu apa kesalahan yang telah aku lakukanaku bergegas menuju ruang kerja, kunyalakan laptop lalu coba menghubunginya lewat FB, mulai dari wall, pesan, coment di foto, semua cara kulakukan tuk mendapatkan penjelasan, namun semuanya nihil.......................................................................................................aaarrrggg
