Teh kotak, jam tangan hitam merek expedition, rokok sampoerna dua batang dan segelas kopi pahit berjejer di samping menemaniku nonton film yang judulnya aku lupa, wakti itu jam 19:13 malam, dengan seksama kuperhatikan dialog yang ada di dalam film itu. film yang di bintangi oleh aktor kawakan Mell Gibson itu memang menarik perhatianku, kata demi kata coba ku urai dan kurekam didalam ingatanku.
kata-kata yang apik membuatku ingin menuliskan potongan-potongan kaliamt yang mereka ucapkan didalam dialog film itu.
lalu kemudian kuambil HPku yang sedang conek dengan WIFI dan membuka aplikasi Face Book, kutulis kalimat "Sugguh aku ingin mengurai semuanya satu persatu, krna ini sedikit lebih rumit, berbeda dari yg kubayangkan, dia terus bersemnbunyi d balik kebaikanmu" dan kata "Cinta memelukku dengan rupa yg begitu menyeramkan, entah kenapa aku begitu damai didalam dekapannya sementara kuku2nya menancap d sekujur tubuhku,,, kau membiarkannya mengukir hatiku dengan pahat2 kebencian,,, apa kau suka smua ini ?, kalau tidak lalu mengapa kau terus tertawa melihat smua ini ?, akankah dia terus bersembunyi d balik keluguanmu ?"
aku terus menyimak deretan adegan yang dimainkan di dalam film yang aku lupakan judulnya itu. suasana hening dan tegang silih berganti mengisi alur dan sequence dalam fil itu ketika tiba-tiba alunan suara suling sunda membuyarkan konsentrasiku pada film itu, suara yang itu merupakan nada pesan singkat di HPku, aku lalu membuka pesan yang berisi "makin aneh saja dirimu !!!". pesan itu dari wanita yg sering kupanggil "sayang".
pesan itu benar-benar membuatku melupakan semua cerita yang telah kusimak di dalam film itu. ya aku tahu dia sedang marah, dia sedang memikirkan sesuatu yang salah dengan diriku. bingngung, takut, dan entah rasa apalagi yg berkecamuk di dalam benakku, sulit kugambarkan.
aaaaarrrrgggghhh, aku ingin teriak sekeras-kerasnya, aku ingin membakar semua yang ada di hadapanku, pesan itu membuatku begitu risau,,, berkali-kali kucoba membalas pesan itu untuk mendapatkan penjelasan atas apa yang sedang dia pikirkan tentangku, aku di hakimi tanpa tahu apa kesalahan yang telah aku lakukan
aku bergegas menuju ruang kerja, kunyalakan laptop lalu coba menghubunginya lewat FB, mulai dari wall, pesan, coment di foto, semua cara kulakukan tuk mendapatkan penjelasan, namun semuanya nihil
.......................................................................................................aaarrrggg
Tidak ada komentar:
Posting Komentar